A. Pendahuluan
Apakah anda mengenal akuntansi? Jika ya, apakah akuntansi itu?
Siapa sajakah yang memerlukan? Dan siapakah yang menghasilkan?
Seringkali kita sulit menjawab pertanyaan itu, meskipun dalam kehidupan
sehari-hari banyak individu atau organisasi usaha yang telah menerapkan
dan menggunakan akuntansi untuk mengambil keputusan yang penting.
Misalkan orang tua anda mempunyai 2 (dua) orang anak yaitu
anda dan kakak anda. Kebetulan tahun ini anda harus melanjutkan ke
sekolah menengah dan kakak anda harus melanjutkan kuliah ke
perguruan tinggi. Untuk membuat keputusan menyekolahkan lebih lanjut
anda dan kakak anda, orang tua anda tentu membutuhkan informasi
tentang besarnya biaya sekolah dan biaya kuliah yang harus ditanggung
sampai anda berdua lulus. Orang tua anda juga membutuhkan informasi
berapa penghasilan yang dimiliki tiap bulan, berapa jumlah tabungan
yang sudah mereka miliki, apakah mereka perlu membeli sepeda motor
baru untuk anda atau kakak saudara?
Contoh lain, dalam dunia bisnis misalnya sering kita melihat
sebuah bank menerima permohonan pengajuan kredit dari calon
nasabahnya dan bank harus memutuskan apakah permohonan itu harus
dipenuhi atau harus ditolak. Untuk memutuskannya, bank memerlukan
informasi seberapa besar kemampuan usaha calon nasabahnya,
seberapa besar aset yang dimiliki yang akan dijadikan jaminan, besarnya
kewajiban saat ini yang dimiliki nasabahnya.
Untuk informasi yang berkaitan dengan biaya kuliah, jumlah
penghasilan, jumlah tabungan, biaya untuk pembelian kendaraan dan
informasi sejenis tersebut, apakah bisa disebut dengan informasi
akuntansi? Dan untuk informasi tentang jumlah aset, jumlah utang,
pendapatan dan laba usaha dari calon nasabahnya itu apakah bisa
disebut sebagai informasi akuntansi?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, marilah kita
pahami lebih dahulu beberapa konsep yang berkaitan dengan akuntansi.
PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP
AKUNTANSI
383
B. Pengertian Akuntansi
Akuntansi dapat didefinisikan dari dua
sudut pandang, yaitu definisi dari sudut
pemakai jasa akuntansi dan dari sudut
proses kegiatannya. Dari sudut pandang
pemakai, akuntansi dapat didefinisikan
sebagai suatu disiplin ilmu yang
menyediakan informasi berupa pelaporan keuangan yang diperlukan oleh
pihak-pihak yang berkepentingan mengenai kegiatan ekonomi dan
kondisi perusahaan. Dalam pengertian ini, akuntansi adalah suatu
aktivitas jasa yang berfungsi untuk menyediakan informasi kuantitatif
entitas ekonomi (usaha) terutama yang bersifat keuangan dan
dimaksudkan untuk berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi,
dan dalam menentukan pilihan di antara serangkaian tindakan-tindakan
alternatif yang ada.
Dari sudut pandang kegiatannya, akuntansi dapat didefinisikan
sebagai proses pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, pelaporan
dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi (perusahaan).
C. Pengguna Akuntansi
Akuntansi diperlukan oleh berbagai pihak yang berkepentingan
sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan ekonomi
baik pihak internal maupun pihak eksternal yang menyelenggarakan
kegiatan akuntansi.
Beberapa pengguna informasi akuntansi meliputi:
1. Pemilik / owners/ Investor
Informasi akuntansi diperlukan baik oleh calon investor atau investor.
Calon investor perlu melakukan analisis risiko dan hasil
pengembalian yang diharapkan dapat diterima dari rencana
penanaman modal yang akan dilakukan. Setelah menjadi investor
mereka perlu untuk memonitoring kinerja perusahaan. Investor
melakukan kegiatan baik perencanaan dan monitoring investasinya
melalui analisis laporan keuangan perusahaan.
2. Kreditur
Kreditur membutuhkan informasi untuk menilai kemampuan debitur
atau calon debitur untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok
pinjaman dan bunganya. Kemampuan untuk mengembalikan
pinjaman ini sangat tergantung pada besarnya keuntungan (laba)
Akuntansi didefinisikan dari
dua sudut pandang, yaitu
dari sudut pemakai jasa
dan dari proses
kegiatannya.
384
dan arus kas yang dihasilkan dari kegiatan operasi perusahaan
debitur. Melalui analisis laporan keuangan perusahaan debitur,
kreditur dapat mengetahui kondisi di atas.
3. Karyawan
Karyawan berkepentingan untuk mengetahui profitabilitas dan
stabilitas perusahaan dimana mereka bekerja karena kelangsungan
hidupnya sangat tergantung kondisi perusahaan tersebut termasuk
pula jaminan hidup setelah mereka pensiun. Akuntansi dapat
memberikan informasi yang diperlukan oleh karyawan tersebut.
4. Pelanggan
Pelanggan mempunyai kepentingan dengan kelangsungan hidup
perusahaan terutama mereka yang sangat membutuhkan produk
produk perusahaan dalam jangka panjang dan sulit untuk digantikan
oleh produk perusahaan lainnya.
5. Pemerintah
Salah satu sumber pendapatan pemerintah adalah dari sektor pajak.
Perusahaan merupakan salah satu wajib pajak. Pemerintah
berkepentingan untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan
untuk menetapkan jenis pajak dan besarnya kewajiban pajak yang
harus ditanggung dan dibayar oleh perusahaan tersebut.
6. Pemasok
Pemasok atau supplier berkepentingan untuk mengetahui
kemampuan perusahaan untuk memenuhi utang atas pembelian
barang atau jasa dari mereka pada saat jatuh tempo. Informasi
akuntansi dapat memberikan (gambaran) tentang besarnya aset
lancar yang dapat menjamin pembayaran utang utang di atas.
7. Manajer
Manajer adalah orang yang diberi wewewnang oleh pemilik untuk
mengoperasikan perusahaan. Untuk itu manajer membutuhkan
informasi akuntansi guna perencanaan dan pengendalian operasi
perusahaan.
8. Masyarakat
Laporan keuangan dapat menyediakan informasi kecenderungan
(trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta
385
rangkaian aktivitasnya. Informasi ini berguna untuk menilai kontribusi
perusahaan terhadap ekonomi nasional misalnya jumlah orang yang
dipekerjakan, jumlah modal yang ditanamkan dalam perusahaan.
D. Karakteristik Perusahaan
Secara umum perusahaan adalah suatu organisasi yang memiliki
sumber daya (input) seperti bahan baku dan tenaga kerja diproses untuk
menghasilkan barang atau jasa (output) yang akan dijual kepada
pelanggan.
Pelanggan perusahaan dapat berupa individu atau perusahaan
lain yang membeli barang atau jasa yang ditukar dengan uang atau
barang lain yang berharga.
Tujuan perusahaan umumnya adalah untuk mendapatkan laba
tetapi ada juga perusahaan yang mempunyai tujuan untuk kemaslahatan
bagi masyarakat. Perusahaan yang mempunyai tujuan bukan untuk
mendapatkan laba disebut perusahaan nirlaba.
1. Jenis-jenis Perusahaan
Berdasarkan karakteristik jenis usahanya, perusahaan
diklasifikasikan menjadi tiga yaitu perusahaan jasa, perusahaan dagang
dan perusahaan manufaktur.
a. Perusahaan jasa adalah perusahaan
yang menghasilkan jasa dan bukan
barang atau produk untuk pelanggan.
Berikut contoh nama perusahaan jasa dan
jenis jasa yang ditawarkan kepada
pelanggan.
Nama Perusahaan Jenis Jasa
Garuda Air Lines
Hotel Santika
Telkom
Disney
Bank BNI
Transportasi
Hotel dan Penginapan
Telekomunikasi
Hiburan
Keuangan
Perusahaan jasa adalah
perusahaan yang
menghasilkan jasa dan
bukan barang atau produk
untuk pelanggan.
386
b. Perusahaan Dagang merupakan
perusahaan yang kegiatan usahanya
adalah membeli barang dagangan dari
pemasok (supplier) kemudian menjual
kembali kepada pelanggan. Berikut
contoh nama perusahaan dagang dan
jenis produk yang ditawarkan kepada
pelanggan.
Nama Perusahaan Produk
Matahari Dept Store
Toko Buku Gramedia
Galeri Batik Keris
Hero Super Market
Barang-barang Konsumsi
Buku-buku & Bahan Bacaan
Pakaian
Barang-Barang Konsumsi
c. Perusahaan manufaktur merupakan
perusahaan yang kegiatan usahanya
adalah membeli bahan baku (input)
kemudian mengubahnya menjadi barang
yang dijual kepada pelanggan. Berikut
contoh nama perusahaan manufaktur dan
jenis produk yang ditawarkannya.
Nama Perusahaan Produk
Coca Cola
Boeing
Nike
Sony
Indofood
Sido Muncul
Minuman
Pesawat Terbang
Pakaian & Sepatu Olah Raga
Televisi, Stereo, dll
Makanan
Jamu dan Obat-obatan
2. Jenis-jenis Organisasi Perusahaan
Selain terdapat beberapa jenis usaha pada suatu perusahaan,
dalam praktik sering kita jumpai klasifikasi perusahaan berdasarkan
bentuk badan hukumnya. Terdapat tiga bentuk perusahaan berdasarkan
Perusahaan Dagang
adalah perusahaan yang
kegiatan usahanya adalah
membeli barang dagangan
dari pemasok (supplier)
kemudian menjual kembali
kepada pelanggan
Perusahaan manufaktur
adalah perusahaan yang
kegiatan usahanya adalah
membeli bahan baku
(input) kemudian
mengubahnya menjadi
barang yang dijual kepada
pelanggan
387
badan hukumnya, yaitu perusahaan perseorangan, perusahaan
persekutuan dan perusahaan perseroan.
a. Perusahaan perorangan adalah
perusahaan yang modalnya dimiliki oleh
satu orang pemilik. Pemilik umumnya
merangkap juga sebagai manajer.
Contoh perusahaan perorangan adalah usaha kecil atau UKM
(Usaha Kecil Menengah) seperti bengkel, binatu (laundry), salon
kecantikan, rumah makan, persewaan komputer dan internet.
b. Perusahaan persekutuan adalah
perusahaan yang modalnya dimiliki oleh
dua orang atau lebih untuk
menyelenggarakan usaha dengan nama
bersama. Perusahaan persekutuan yang
banyak dijumpai dalam dunia bisnis di
Indonesia adalah Firma dan CV.
c. Perusahaan perseroan (korporasi)
adalah perusahaan yang modalnya terdiri
atas saham-saham. Setiap pemegang
saham adalah pemilik perusahaan.
Pemegang saham dapat perorangan atau
perusahaan lain.
Perseroan dibentuk berdasarkan peraturan pemerintah sebagai
suatu badan hukum yang terpisah dari pemiliknya. Pemegang saham
bertanggung jawab terbatas sebesar saham yang dimilikinya.
Perusahaan perseroan dibedakan menjadi dua yaitu perseroan tertutup
(PT) dan perseroan terbuka (PTbk). Perbedaaan kedua perseroan adalah
dapat tidaknya saham perusahaan tersebut diperjual-belikan secara
umum melalui pasar sekuritas (Bursa Efek)
E. Bidang-bidang Akuntansi
Dalam praktik sehari-hari akan
ditemukan bidang-bidang spesialisasi
akuntansi. Umumnya terdapat dua bidang
yang lazim ditemukan yaitu bidang
Perusahaan perorangan
adalah perusahaan yang
modalnya dimiliki oleh satu
orang pemilik
Perusahaan persekutuan
adalah perusahaan yang
modalnya dimiliki oleh dua
orang atau lebih untuk
menyelenggarakan usaha
dengan nama bersama.
Perusahaan perseroan
(korporasi) adalah
perusahaan yang modalnya
terdiri atas saham-saham.
Pada umumnya ada dua
bidang akuntansi, yaitu
akuntansi keuangan dan
akuntansi manajemen
388
akuntansi keuangan dan akuntansi
manajemen.
Namun demikian bidang bidang akuntansi dapat meliputi:
1. Akuntansi Keuangan merupakan bidang akuntansi terutama yang
berkaitan dengan pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan
yang ditujukan terutama kepada pihak-pihak eksternal perusahaan
seperti investor, kreditor, lembaga pemerintah, pelanggan, pemasok
dan masyarakat.
2. Akuntansi Manajemen merupakan bidang akuntansi yang termasuk
didalamnya akuntansi keuangan dan data-data keuangan estimasian
yang berguna bagi manajer untuk menjalankan operasi perusahaan
sehari-hari dan merencanakan masa depan operasi perusahaan.
3. Akuntansi Biaya merupakan bagian dari akuntansi manajemen yang
berhubungan dengan pencatatan dan pelaporan biaya biaya
perusahaan. Akuntansi biaya ini bermanfaat bagi manajemen untuk
merencanakan dan mengendalikan biaya biaya perusahaan.
4. Perpajakan merupakan bidang akuntansi yang berhubungan dengan
perencanaan penghitungan, pencatatan dan pelaporan pajak-pajak
yang menjadi kewajiban perusahaan untuk dibayarkan kepada
pemerintah berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku.
5. Pemeriksaan Laporan Keuangan (Auditing) merupakan bidang
akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan kewajaran
pencatatan dan pelaporan keuangan yang disusun dan dipublikasikan
oleh manajemen perusahaan.
6. Penganggaran merupakan bidang akuntansi yang berhubungan
dengan penyusunan rencana secara terinci untuk mencapai sasaran
yang ditetapkan perusahaan seperti penjualan, biaya, aset dan laba.
7. Perancangan Sistem Informasi merupakan bidang akuntansi yang
meliputi kegiatan identifikasi kebutuhan informasi untuk kepentingan
internal maupun eksternal yang akan membantu manajemen untuk
mengawasi dan mengendalikan jalannya operasi perusahaan.
8. Pemeriksaan Internal merupakan bidang akuntansi yang
berhubungan dengan kegiatan pemeriksaan efisiensi dan efektivitas
operasi perusahaan dan untuk menjamin bahwa para karyawan dan
bagian bagian dari perusahaan telah melaksanakan prosedur dan
rencana yang ditetapkan manajemen
9. Akuntansi Pemerintahan atau Sektor Publik merupakan bidang
akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan dan pelaporan
keuangan pada organisasai pemerintahan atau organisasi yang
memberikan jasa publik
389
10. Konsultasi Manajemen merupakan jasa yang dapat diberikan oleh
akuntan selain yang berhubungan dengan akuntansi seperti studi
kelayakan, susunan organisasi, analisis data ekonomi dan lain-lain
F. Profesi di Bidang Akuntansi
Dalam praktik sehari hari banyak ditemukan berbagai macam profesi
akuntansi. Profesi ini berkaitan dengan jasa yang dapat diberikan oleh
akuntan pada berbagai bidang akuntansi sebagaimana dijelaskan di
atas. Profesi akuntansi meliputi:
1. Akuntan Publik yaitu akuntan yang
memberikan jasa terutama kepada publik
(masyarakat), seperti jasa pemeriksaan
laporan keuangan (auditing), perpajakan
dan konsultasi manajemen.
Untuk dapat berprofesi sebagai akuntan
publik seseorang harus lulus dari Perguruan Tinggi jenjang strata
satu (S1) akuntansi, lulus dari pendidikan profesi akuntansi dan
bersertifikasi sebagai akuntan publik melalui ujian sertifikasi akuntan
publik (USAP).
2. Akuntan Manajemen (Akuntan Internal) adalah akuntan yang
memberikan jasa untuk kepentingan manajemen perusahaan tertentu.
Bidang pekerjaan akuntan ini meliputi perencanaan dan pengendalian
biaya, penganggaran, perancangan sistem infomasi dan
pemeriksaan internal.
Jika mereka bekerja di pabrik mereka disebut akuntan biaya atau
akuntan industri. Jika mereka bekerja sebagai kepala bagian
akuntansi sering disebut kontroler.
3. Akuntan Pemerintah adalah akuntan yang memberikan jasa atau
bekerja pada organisasi pemerintahan.
4. Konsultan Manajemen adalah akuntan yang memberikan jasa
konsultasi untuk menajemen misalnya konsultasi mengenai
perpajakan, konsultasi mengenai kelayakan rencana investasi dan
perancangan sistem informasi manajemen.
Profesi Akuntan
1. Akuntan Publik
2. Akuntan Manajemen
3. Akuntan pemerintah
4.Konsultan manajemen
390
G. Jenis-jenis Laporan Keuangan
Sesuai dengan definisi akuntansi
sebagai suatu kegiatan yang meliputi proses
pencatatan sampai dengan penganalisaan
data-data keuangan perusahaan, produk (out
put) yang dihasilkan kegiatan tersebut berupa
pelaporan keuangan. Pelaporan keuangan ini
terdiri dari pelaporan keuangan yang khusus
digunakan untuk kepentingan internal
perusahaan saja dan juga pelaporan keuangan yang ditujukan untuk
kepentingan pihak eksternal perusahaan.
Jenis pelaporan keuangan berikut ini dapat dikategorikan sebagai
pelaporan keuangan yang terutama ditujukan untuk kepentingan pihak
eksternal perusahaan. Meskipun demikian pihak internal juga
memerlukannya. Pelaporan keuangan ini lazim disebut dengan laporan
keuangan, yang meliputi:
1. Laporan Laba Rugi yaitu laporan keuangan yang memberikan
informasi tentang hasil kegiatan operasi perusahaan (laba atau rugi)
selama satu kurun waktu (periode) tertentu.
2. Laporan Ekuitas yaitu laporan keuangan yang memberikan informasi
tentang perubahan ekuitas pemilik atau modal selama kurun waktu
(periode) tertentu.
3. Neraca yaitu laporan keuangan yang memberkan informasi tentang
aset, kewajiban dan ekuitas perusahaan pada saat (tanggal) tertentu.
4. Laporan Arus Kas yaitu laporan keuangan yang memberikan
informasi tentang penerimaan dan pembayaran kas perusahaan
selama kurun waktu (periode) tertentu.
5. Catatan atas Laporan Keuangan yaitu berupa informasi baik yang
bersifat keuangan maupun non keuangan yang bertujuan untuk
memberikan penjelasan tentang kebijakan kebijakan akuntansi yang
digunakan oleh perusahaan, rincian pos pos laporan keuangan,
penjelasan kontrak-kontrak utang perusahaan dan lain-lain.
Contoh laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi, laporan
ekuitas, neraca, laporan arus kas untuk perusahaan perseroan terbuka
dapat dilihat pada beberapa ilustrasi di halaman berikutnya.
Jenis Laporan Keuangan
Laporan Laba Rugi,
Laporan Ekuitas, Neraca,
Laporan Arus Kas, Catatan
Atas Laporan Keuangan
391
Ilustrasi 1.1: Neraca
PT. Purnama Retailindo Tbk
Neraca Konsolidasi
31 Maret 2006
(dalam rupiah)
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 53.143.262.436
Piutang usaha
Pihak hubungan Istimewa 770.443.430
Pihak ketiga 24.467.314.099
Lain-lain 21.221.651.967
Persediaan 4.302.771.245
Pajak Pertambahan nilai dibayar dimuka 9.702.262.721
Biaya dibayar dimuka 3.752.002.779
Aset lancar lainnya 339.915.406.219
Aset Tetap
Aset pajak tangguhan – bersih 7.042.631.897
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi
Penyusutan sejumlah Rp.236.626.170.338 pada tahun 2006
Penyusutan sejumlah Rp.194.336.406.269 pada tahun 2005
374.065.251.297
Biaya Ditangguhkan – bersih 3.503.423.387
Taksiran tagihan pajak penghasilan 3.126.984.848
Lain-lain 1.889.537.639
Jumlah aktiva tidak lancar 359.627.829.068
Jumlah Aset 729.543.626.287
392
PT. Purnama Retailindo Tbk
(Neraca Konsolidasi Lanjutan)
31 Maret 2006
(dalam rupiah)
Kewajiban dan Ekuitas
Kewajiban Lancar
Utang Bank 78.192.285.991
Utang Usaha
Pihak hubungan Istimewa 10.079.184.569
Pihak ketiga 138.001.136.320
Lain-lain 8.150.581.787
Biaya masih harus dibayar 8.736.180.118
Utang Pajak 4.642.615.004
Bagian utang sewa guna usaha yang jatuh tempo dalam waktu satu
tahun
207.186.547
Jumlah Kewajiban Lancar 248.009.170.336
Kewajiban Tidak lancar
Utang pihak pihak hubungan istimewa 12.646.234.513
Kewajiban pajak tangguhan – bersih -
Utang sewa guna usaha setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
141.581.587
Utang obligasi 123.500.455.289
Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja 24.879.637.835
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 161.879.909.224
Hak Minoritas atas Aktiva bersih Anak Perusahaan yang
Dikonsolidasi
380.964.625
Ekuitas
Modal saham – nilai nominal Rp.500 per saham
Modal dasar -1.260.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -468.000.000
Saham
234.000.000.000
Tambahan modal disetor 2.793.867.217
Selisih nilai transaksi restrukrisasi entitas sepengendali 1.222.902.201
Selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan ( 230.758.341 )
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 2.500.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 79.697.750.025
Jumlah Ekuitas – Bersih 319.983.761.102
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 729.543.535.287
393
Ilustrasi 1.2: Laporan Laba Rugi
PT. Purnama Retailindo Tbk
Laporan Laba Rugi Konsolidasi
Bulan yang berakhir tanggal 31 Maret 2006
(dalam rupiah)
Penjualan Bersih 766.106.112.313
Harga Pokok Penjualan 713.553.176.089
Laba Kotor 52.552.936.224
Beban Usaha
Penjualan 39.469.145.237
Umum dan administrasi 12.620.619.336
Jumlah Beban Usaha 52.089.764.573
Laba Usaha 463.171.651
Penghasilan (Beban) Lain-lain
Penghasilan sewa dan promosi 5.798.157.843
Penghasilan bunga 204.526.189
Beban keuangan ( 8.129.990.149 )
Lain-lain – bersih 953.383.596
Penghasilan (Beban) Lain-Lain – Bersih ( 1.173.912.521 )
Laba Sebelum Pajak Penghasilan ( 710.740.870 )
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Tahun Berjalan ( 63.584.250
Tangguhan 899.074.500
Manfaat Pajak Penghasilan – Bersih 835.490.250
Laba sebelum Hak Minoritas atas Rugi (Laba) Bersih Anak Perusahaan
yang Dikonsolidasi
124.749.380
Hak Minoritas atas Rugi (Laba) Bersih Anak Perusahaan yang
Dikonsolidasi ( 14.836.325 )
Laba Bersih 109.913.325
Laba per Saham Dasar 0.23
394
Iluistrasi 1.3: Laporan Ekuitas
PT. Purnama Retailindo Tbk
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi
Bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2006
(dalam rupiah)
Saldo laba
Modal ditempatkan
dan disetor penuh
Tambahan modal
disetor
Selisih nilai transaksi
restrukrisasi entitas
sepengendali
Selisih transaksi
perubahan ekuitas
anak perusahaan
Telah ditentukan
penggunaannya
Belum
ditentukan
penggunaannya
Jumlah ekuitas –
bersih
Saldo 1 Januari 2005 234.000.000.000 2.793.867.217 1.222.902.201 (230.758.341) 2.500.000.000 79.587.836.970 319.873.848.047
Pembagian dividen kas - - - - - - -
Pembentukan cadangan
umum
- - - - - - -
Saldo 31 Maret 2005 234.000.000.000 2.793.867.217 1.222.902.201 (230.758.341) 2.500.000.000 79.897.750.025 319.983.761.102
395
Tidak ada komentar:
Posting Komentar